Operator sekolah se-Indonesia saat ini sedang sibuk dengan urusan DAPODIK. Ada beberapa hal yang menarik dalam mengeluti kesibukan ini. Banyak data-data aneh yang bikin kita ketawa sendiri. Misalnya saja, ada nama anak yang mirip dengan nama pemain bola, orang tua yang masih sangat muda. Ada siswa baru yang data salah satu orangtuanya tidak ada. Bahkan ada murid baru yang ibunya tercatat sebagai mahasiswa sementara ayahnya hanya tukang ojek, dan masih banyak hal menarik lainnya. Dari semua hal yang menarik itu ada satu yang membuat saya terkesan dan ingin menulis sesuatu tentangnya.

Begini. Semua siswa baru diwajibkan mengisi formulir, mulai dari data diri, data orangtua dan alamat. Dari semua data tersebut, ada beberapa data yang wajib diisi, sementara yang lain bisa dikosongkan. Uniknya, dari data orangtua, hanya data Ibu saja yang wajib diisi, sementara data ayah bisa dikosongkan. Artinya, tak ada ayah pun data seorang anak masih tetap dianggap valid. Tidak sebalikanya, tanpa data ibu, data murid baru dianggap tidak valid. Menarik kan? Ada apa ini? emanispasi-kah? Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah: apa konsep ‘lelaki (ayah) pada umumnya’?

Saya ingin cerita sedikit pengalaman saya saat musim hujan yang lalu. Saat itu saya sedang duduk dengan seorang ibu paruh baya. Saya lupa hari apa tepatnya, tapi siang itu tiba-tiba hujan lebat. Ibu yang sedari tadi sibuk mengerjakan tugasnya, dengan sigap mengeluarkan handphone dari tas kecilnya, dan menelpon seseorang. Saya segera mengecilkan suara musik dari laptopku, takut menganggu pembicaraannya dengan orang yang sedang dia telepon.

Pa, situ hujan?” Begitu sang ibu memulai pembicaraan di telepon. “jangan lupa angkat jemuran, ya?” Pembicaraan di telepon itu diakhiri dengan kata ‘Oke’ yang sangat singkat. Saya yang dari tadi duduk di depannya hanya tersenyum. Dia membalas senyumku dan menjelaskan orang yang baru saja dia hubungi. Iya itu suaminya. Katanya, dia takut kalau-kalau suaminya lupa mengangkat jemuran yang dia tinggalkan di luar. Tapi ternyata sudah di angkat sebelum hujan lebat. Saya, dengan sedikit bercanda mengomentari ceritanya: “Kalian ya, para perempuan. Apakah kalian kira laki-laki selalu lupa angkat jemuran? Hal kecil seperti itu tak perlulah diingatkan. Atau memang kalian selalu pikir laki-laki selalu tidak bisa bertanggungjawab untuk hal-hal kecil itu?” Ibu itu pun hanya tertawa. Katanya, itu naluri seorang ibu dan istri. Saya katakan padanya: “atau jangan-jangan memang benar ya kata penyair, hujan bikin rindu tak terbendung” Kami pun tertawa lepas, mengalahkan suara hujan di luar.

Mungkin seperti itulah orang melihat ‘laki-laki pada umumnya’. Tidak bisa bertanggungjawab untuk hal-hal sepeleh. Mungkin ‘laki-laki pada umumnya’ adalah manusia yang tidak pernah menanyakan apa yang baru saja dikerjakan anaknya di sekolah. Atau tidak pernah peduli dengan kelengkapan seragam anaknya di hari Senin. Mungkin ‘laki-laki pada umumnya’ hanya peduli pada hal-hal besar seperti masalah uang sekolah anaknya dan naik-tidak anaknya ke tahap berikutnya. Tentang masalah sepeleh, tidak akan pernah diperhatikan. Jadi, data ibu menjadi wajib untuk diisi, supaya daripadanya bisa diminta pertanggungjwaban dalam mengurus pendidikan anak-anaknya.

Kira-kira seperti itulah perkiraan saya. Tapi, jika perkiraan saya ini tepat, saya akan sangat menyesal dengan fakta ini. Kita terlalu bermain secara genaralis. Itukan ‘laki-laki pada umumnya’. Banyak juga lho ‘laki-laki yang tidak umum’, yang bersedia mengerjakan perkerjaan-pekerjaan perempuan. Bahkan ada yang lebih teliti ketimbang ‘perempuan pada umumnya’. Ntahlah, mungkin lebih baik bertindak preventif ketimbang kuratif.

hey, kalau nanti menikah, emang mau bantu istri mengerjakan pekerjaan istri?” Saya pernah menerima pertanyaan demikian dari sekelompok ibu-ibu. Hah, mereka seperti belum tahu kalau saya memang tidak mau jadi ‘laki-laki pada umumnya’.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s